Saturday, February 27, 2016

Buku: Dan Brown " The Da Vinci Code" Indonesia Language


The Da Vinci Code terjual sebanyak 80 juta eksemplar. Buku ini adalah sebuah novel karangan Dan Brown yang diterbitkan pada 2003. Kisah dalam buku ini merupakan gabungan gaya detektif,thriller dan teori konspirasi, yang telah membantu memopulerkan perhatian terhadap sebuah teori-teori tentang legenda Piala Suci (Holy Grail) dan peran Maria Magdalena dalam sejarah Kristen – teori-teori yang oleh Kristen dipertimbangkan sebagai ajaran sesat dan telah dikritik sebagai sejarah yang tidak akurat. Buku ini adalah bagian kedua dari trilogi yang dimulai Dan Brown dengan novel Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) pada tahun 2000, yang memperkenalkan karakter Robert Langdon.
Sinopsis:
Kisah berawal dari sebuah ruangan di dalam sebuah museum yang dikenal sebagai museum terbesar dan termegah di dunia, Louvre, yang terletak di jantung kota paris. Jacques Sauniere tampak tengah berjuang melawan maut, melawan sesosok albino yang berusaha membunuhnya dan merebut rahasia dahsyat yang sudah ia jaga selama lebih dari beberapa dekade, dibawah naungan persaudaraan. Tapi sosok albino tersebut berhasil melukainya, cepat atau lambat kematian akan segera datang, dan ia tidak punya banyak waktu. Satu-satunya pilihan adalah : ia harus meninggalkan pesan kepada seseorang agar rahasia penting itu tidak musnah bersama kematiannya. Dan satu-satunya orang yang ia yakin bisa adala : ROBERT LANGDON.

Robert Langdon masih menikmati kepenatannya setelah seharian penuh berkutat dengan diskusinya tentang simbol-simbol historis di The American University of Paris, ketika seseorang mengetuk pintu kamarnya di Hotel Ritz. Ia enggan menerima tamu selarut itu, tapi ia tidak bisa menolak kehadiran tamunya dikarenakan selembar foto yang amat sangat mengejutkannya.

Foto tersebut menggambarkan sesosok tubuh kaku, yang sebelum kematiannya tampak melakukan hal-hal aneh yang tidak dapat Langdon temukan alasannya. Ia terbujur kaku, merentangkan tangan dan kakinya, di dalam sebuah lingkaran darah yang menyeramkan. Aneh, pikir langdon.

Akhirnya, tamu yang ternyata seorang petugas kepolisian tersebut membawa Langdon ke TKP sebagai saksi. Dengan pertimbangan, Langdon adalah seorang simbolog terkemuka, dan ia diharapkan dapat memecahkan simbol-simbol yang ada di sekitar korban.

Langdon terkejut ketika mengetahui TKP-nya adalah museum Louvre dan semakin terkejut ketika mengetahui korbannya adalah Jacques Sauniere, sang kurator louvre. Tetapi keterkejutannya tidak berhenti sampai disitu, posisi mayat yang aneh, serta simbol-simbol aneh yang berada tepat di samping mayat Sauniere terbaring.

Baca Selengkapnya: "The Davinci Code"

No comments:

Popular Posts

Blog Archive

Disqus Shortname

Comments system